PSB Surabaya

Setelah kecemasan demi kecemasan datang silih berganti, dari Ujian Nasional SMA, SMP, SD lalu pengumuman hasil UN 2008 SMA, SMP dan SD, kini, kecemasan baru datang menghadang. Pendaftaran siswa/i baru jenjang SD, SMP dan SMA segera bakal ditabuh. Untuk kali ini, kecemasan saya berkurang drastis, mengingat beban yang harus saya sandang tidak berat. Hanya menyiapkan infrastuktur komputer yang terkoneksi internet dan selebihnya urusan teknis. Tak ada kaitannya dengan beban moral dan mental serta psikologis.

Mereka yang dilanda kecemasan adalah para orang tua murid yang hendak mendaftarkan putra/i mereka yang telah lulus jenjang SD dan SMP untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, SMP dan SMA. Kecemasan mereka jelas dari harapan yang mereka bangun untuk bisa masuk sekolah favorit (sekolah negeri) dan itu harus diukur dengan hasil pencapaian Ujian Nasional 2008 putra/i mereka.

Orang tua dan masyarakat dalam kurun beberapa bulan terakhir ini dipacu dengan kecemasan yang datang bertubi-tubi. Sungguh, perjuangan yang amat berat dirasakan bagi mereka kalangan masyarakat menengah ke bawah. Jika harapan untuk masuk sekolah favorit ternyata harus terkubur dalam-dalam, maka mereka harus menyiapkan anggaran khusus untuk mencari sekolah cadangan. Bagi saya, biaya psikologis yang harus terbayar jauh lebih tinggi nilainya ketimbang biaya administrasi sekolah. Tingkat ketahanan mental masyarakat akan frustasi benar-benar diuji lagi. Sekadar contoh, empat tahun lalu, saya tak mampu membayangkan jika saja tak ada penjagaan polisi, massa di luar sekolah saya akan benar-benar beringas menghancurkan kaca jendela hanya untuk mengetahui hasil akhir PSB.

Saat itu, massa sudah menggedor-gedor kaca jendela kusen ruang kepala sekolah yang dijadikan tempat entry data saat itu. Keterlambatan pengumuman bukan karena disebabkan oleh sekolah, tapi memang terjadi gangguan server pada telkom yang mengakibatkan keterlambatan pengumuman. Tidak hanya di sekolah, di warnet-warnet pun tak bisa diakses. Solusi akhir, masyarakat menanyakan langsung kepada pihak sekolah. Sementara sekolah sendiri belum memiliki hasil akhirnya. Kekecewaan masyarakat pun terlampiaskan pada benda-benda di sekitar sekolah. Untung tak berlanjut karena ada polisi yang menjaga.

Ah, sungguh kasihan masyarakat yang harus dibikin susah.

Syukurlah, dalam tiga tahun terakhir tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan PSB yang diselenggarakan Dinas Pendidikan kota surabaya yang bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). Secara teknis, tidak ada kendala yang cukup berarti, justeru yang seringkali memunculkan polemik adalah kebijakan dari Dinas Pendidikan yang dirasa pada awal-awal kerjasama denga ITS memunculkan penafsiran beragam di kalangan masyarakat. Terutama terkait dengan pembagian rayon/kawasan, baik untuk SMA maupun SMP-nya.

Meski demikian, berbagai upaya telah dilakukan Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk menyosialisasikan PSB melalui berbagai media, di antaranya dengan memublikasikannya di internet dengan alamat http://psbsby-online.net/.

Bagi orang tua dan masyarakat umum yang ingin mengetahui info online tentang pendaftaran siswa baru Surabaya 2008 bisa mengakses situs tersebut. Semoga dengan adanyata situs tersebut, tidak terjadi lagi kesalahan penafsiran akan aturan-aturan yang ada. Semoga masyarakat bisa terkurangi beban psikologisnya dengan mengetahui informasi tentang PSB dan mampu mengukur kemampuan putra-i-nya untuk meraih sekolah yang diharapkan.

sumber gempur.blogsome.com/

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: