Terima Uang, Budi Siap Dipecat

*SOLO* - Kekisruhan pengumuman diakui Ketua Panitia PPDB Online Budi
Sartono menimbulkan persepsi di benak masyarakat pihaknya berbuat
curang. Untuk itu, dispora siap diaudit dan menerima sanksi, jika
terbukti melakukan praktik jual beli kursi kepada orang tua calon siswa
baru.

"Jujur, situasi seperti ini jelas menimbulkan persepsi buruk di
masyarakat. Tapi saya siap diaudit. Jika didapati satu rupiah pun masuk,
saya siap dipecat," tegas Budi kepada wartawan di kantor Dispora Solo,
kemarin (10/7).

Hal itu seperti menjawab pertanyaan dari Wali Kota Solo Joko Widodo,
yang benar-benar geram dengan ketidakbecusan dispora dalam PPDB ini.
Wali Kota meminta kepada Kepala Dispora SOlo Amsori dan Budi Sartono
untuk bertanggungjawab atas kericuhan yang terjadi.

Mereka diminta mencari solusi, dan secara transparan menyampaikan
penjelasan kepada masyarakat. "Ini urusan teknis dispora. Jangan sampai
kebijakan yang berkaitan langsung dengan masyarakat ini merugikan
masyarakat," ujarnya, di Balai Kota Solo, kemarin.

Terkait pengalihan pengelolaan PPDB Online yang ditangani dispora,
Jokowi tidak tahu. Selama ini, pihaknya tidak pernah mendapat laporan
selama pelaksanaan PPDB online. "Dulu kan sudah baik. Kalau di-switch
seperti ini saya tidak tahu. Harusnya, serahkan pada ahlinya. Kalau
muncul masalah seperti ini kasihan kepala sekolahnya," jelas Jokowi.

Bahkan, Jokowi ketika ditemui koran ini di Loji Gandrung, kemarin sore,
juga mengkhawatirkan adanya kecurangan di PPDB Online. Sebab, dengan
tidak dipisahkannya penyedia jasa (dulu Puskom UNS) dan user (dispora),
berarti keamanan dari data base sangat rawan dijebol. "Berarti, siapa
saja di lingkup dispora bisa mengubah input data, asal tahu
password-nya. Seharusnya, data itu kan bisa dikunci, tapi kok masih bisa
bergerak sampai hari terakhir. Saya tidak habis pikir kenapa yang sudah
bagus harus diubah begini," sesalnya.

Terpisah, anggota DPRD Solo langsung memberi nilai merah pelaksanaan
PPDB online kali ini. Sebab, dibandingkan pelaksanaan PPDB online 2
tahun sebelumnya, pelaksanaan kali ini kesalahan teknisnya sangat parah.

Anggota Komisi IV Budi Hartanto mengatakan, pengalihan pengelolaan data
dari tim Puskom UNS ke dispora diduga menjadi penyebab utama kesalahan
fatal tersebut. Budi juga mencurigai ada persoalan-persoalan yang
disembunyikan dispora.

Sebab, anggota dewan tidak pernah diajak rembugan (musyawarah) terkait
pelaksanaan PPDB Online 2008. Termasuk, pergantian tim teknis dari UNS
ke dispora. "Tahun sebelumnya, jelang PPDB Online digelar, panitia
berkoordinasi dengan anggota dewan. Mulai rumusan anggaran hingga
pelaksanaan teknis terkecil selalu dibicarakan," jelas politisi dari PKS
ini.

Komisi IV pun merasa perlu memanggil panitia PPDB Online Senin pekan
depan. Pemanggilan ini sangat diperlukan, menyusul ada beberapa
persoalan yang perlu dikoordinasikan. "Senin depan kami panggil," tegas
Ketua Komisi IV Satryo Hadinagoro. *(un/tej)*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: