Jangan Kambing Hitamkan Hacker

SOLO – Dikpora Surakarta ata pihak manapun diminta untuk tidak mengambinghitamkan pihak lain atau hacker dalam kekacauan penerimaan siswa baru secara online.

Sebab, tidak ada bukti yang mengarah pada keterlibatan mereka. Demikian ditegaskan Kepala pusat komunikasi (Puskom) UNS Dr Sutanto SSI DEA. Menurut dia, kalau memang sistem yang digunakan tersebut diganggu atau dimasuki oleh hacker semua bisa dibuktikan. “Semua bisa dibuktikan kalau memang ada yang masuk, karena akan terdapat IT adress dan hal lainnya, sehingga akan jelas sekali terlihat dan terdeteksi. Jangan mengkambinghitamkan masalah ini, karena hacker juga mempunyai komunitas,” ujar Sutanto.

Bisa jadi, lanjut dia, hacker yang merasa tersudutkan dan dijadikan kambing hitam malah mengacak-acak jaringan Dikpora. Menurut Sutanto, seharusnya yang dilakukan oleh Dikpora adalah bukan-bukaan dan menjelaskan semua kepada masyarakat. Termasuk siapa yang menangani sistim penetrimaan siswa baru secara Online  kali ini.

Pihaknya percaya, untuk sebuah web yang bisa diakses publik, tingkat pengamanannya sudah maksimal. Termasuk dalam PPDB Online  2008. Pakar IT itu mengatakan, faktor menyebab terjadinya kekacauan tersebut, lebih pada SDM (Sumber Daya Manusia) yang menanganinya. Dengan kata lain, SDM belum sepenuhnya siap menangani agenda dan event sebesar itu.

“PPDB Online  ini menggunakan sistim algoritma. Kalau saya berbicara sebagai dosen, jika ada mahasiswa saya yang menggunakan algoritma seperti itu, sampai kapanpun tidak akan saya luluskan,” tukasnya.

Hal itu disebabkan banyak sekali terjadi kesalahan. Dia mencontohkan, pada hari pertama hingga hari kedua terdapat satu nama muncul di beberapa sekolah. Selain itu, web tersebut tidak bisa diakses oleh publik.  (H46-50)

3 Responses

  1. Bener Mr.Tanto, klo saya jadi dosennya saya juga tidak akan meluluskan

  2. Wah kaya’nya ilmiah banget pakdhe TANTO lha sekolahnya aja udah S3 alias doktor kalau dokter mending SDM yang yang menangani PPDB ini di obati dulu biar sembuh.

    Tolong dong kalau ada mahasiswa yang ikut menangani PPDB Online 2008 di beri sangsi yang tegas.
    – Kalau sebatas tidak lulus mungkin tahun depan diulangi lagi (saya yakin mata kuliah ini tidak mungkin bisa lulus)🙂
    – Daripada mengulang lagi kesalahan tahun depan mending diusulkan ke rektor supaya diberi SK DO saja.

    Rak yo setuju tho PakDhe TANTO ???

  3. kLO gue jadi mahasyiwa-nya.. (maklum pernah di DO dari TKJ dan ndak lolos seleksi magang PUSKOM), saya akan pergi ke irak untuk berobat,,, setelah sembuh ndak bakalan balik lagi ke INDO :))

    hijrah adza dimana creativitas itu lebih dihargai,,,

    -klo dengar pak ustadz ngomong itu peribahasanya “sak rekosone wong nduwe anak luweh rekoso wong seng ra nduwe anak” nyambung ndak nich =))

    maklumlah namanya juga anak-anak.

    mau nya komputerasi… tapi pengennya tetep antri :))

    klo ndak percaya tanya saja ma pak tanto… mahasiswa UNS adza lebih seneng antri di bank dari pada pencet HP to komputer,,, mungkin mereka juga ndak percaya klo sistem yang dibuat mahasyiwa-nya ndak ndak valid…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: