Ka Dikpora Terancam dicopot

SOLO- Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Amsori terancam dicopot dari jabatannya. Hal itu menyusul kacaunya penerimaan siswa baru yang kini diubah istilahnya menjadi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online, yang
mengundang protes para orang tua calon siswa.

Ancaman itu disampaikan Wali Kota Joko Widodo (Jokowi) usai memimpin rapat dinas di ruang terbuka Taman Balekambang, Jumat (11/7). Menurut dia, kacaunya penerimaan siswa baru dengan sistem online yang dioperasikan sendiri oleh Dikpora itu dinilai sudah sangat memalukan. ’’Ngisin-ngisinke aku wae (Membuat saya malu saja). Kalau seperti ini terus, bisa saja dia (Amsori-red) hilang dari peredaran,’’ tegasnya.

Menurut dia, kekacauan penerimaan siswa baru tahun ini bukan karena sistemnya yang salah. Namun, personil atau SDM-nya yang dinilai tidak profesional dan punya kepentingan.

Karena itu, Jokowi akan menyerahkan sistem itu pada ahlinya untuk penerimaan peserta didik baru tahun depan, seperti tahun 2007. Pada saat itu, sistem online pada penerimaan siswa baru ditangani Puskom UNS Surakarta. ’’Kalau memang tidak bisa dikerjasamakan, ya ditenderkan saja sistem itu.’’
Panggil Amsori
Usai memberi penjelasan di Balekambang, Wali Kota mengundang Kepala Dikpora Amsori dan para pejabat Dikpora yang bertanggung jawab dalam penerimaan siswa baru di Loji Gandrung usai salat Jumat. Namun pertemuan antara Wali Kota dengan para pejabat Dikpora tidak lebih dari lima menit.

Usai pertemuan, Jokowi mengaku tidak memberi kesempatan sedikit pun pada mereka untuk menjelaskan masalah apa yang terjadi. ’’Apa yang perlu dijelaskan, saya sudah tahu. Yang penting Dikpora bertangung jawab dan masyarakat tidak dirugikan,’’ katanya dengan nada tinggi.

Dia menegaskan telah memberi batas waktu hingga Sabtu (12/7) untuk menyelesaian masalah tersebut. ’’Jika tidak bisa menyelesaikan, saya akan turun tangan.’’Usai pertemuan itu, Amsori mengatakan, karena menyangkut masalah teknis Wali Kota telah menyerahkan masalah penerimaan siswa baru tersebut kepada Dikpora. Ia optimistis bisa menyelesaikan masalah yang terjadi.

’’Untuk menyelesaikan masalah agar orang tua murid tidak komplain, seluruh siswa yang mendaftar melalui sistem online akan diterima di masing-masing sekolah di mana mereka mendaftar,’’ jelasnya.

Jika sekolah yang menerima kelebihan kapasitas, maka siswa tersebut akan didistribusikan ke sekolah lain berdasarkan nilai yang dimiliki. ’’Jika orang tua tidak bersedia, kami akan memberikan pengertian,’’ ujar dia menjawab pertanyaan wartawan.(G8-50

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: