Budy Sartono, Most Wanted People Kisruh PPDB Solo

Ini mungkin berita lama…….. Just take a look at now….

Tahu Data Base Kacau, Dengkul Budy Langsung Lemas

Gara-gara Dispora bermaksud mandiri laksanakan proyek, Budy Sartono pun kena tulahnya. Imej buruk dari ribuan orang tua siswa di Solo langsung tertuju kepadanya.

GUNAWAN, Solo

WAJAH Budy Sartono tampak pucat ketika ditemui koran ini di ruang kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Solo, kemarin (11/7) siang. Dia terlihat masih sangat sibuk, namun sorot matanya tidak bisa berbohong kalau dia sangat kelelahan.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online Kota Solo tahun ini memang pekerjaan terberat bagi Budy, selama berkarir di lingkungan kantor dispora. Kesalahan pengolahan data membuat ribuan orang tua siswa yang mendaftar sekolah di Solo kelabakan.

Cemoohan sampai sumpah serapah harus ditanggungnya, sebagai ketua panitia PPDB Online 2008. Bagaimanapun tidak sukanya dia akan hal itu, Budy menganggap itu sebuah risiko jabatan. “Bagaimana lagi, Mas. Walaupun ini bukan kesalahan saya pribadi, tapi ini tanggung jawab saya. Diambil hikmahnya saja,” ujarnya, raut wajahnya tampak kalut, karena baru saja menerima rombongan komisi IV DPRD Solo yang menginspeksi dispora, siang itu.

Sejak Selasa (8/7) lalu, saat kekacauan bermula, tiga hari dua malam dia tidak bisa tidur. Budy begadang di kantor, untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan oleh tim yang dipimpinnya. Kesalahan itu diketahui kali pertama Selasa malam (8/7), padahal, keesokan harinya PPDB Online sudah harus diumumkan.

Sejak Rabu pagi, dia harus berkutat menerima komplin dari banyak pihak terkait kekacauan yang terjadi. Puncaknya, pikiran dan tenaga Budy terkuras habis Rabu malam. Sebab, dia tahu kendala teknis di data base PPDB belum kunjung berakhir.

Padahal, dispora menjanjikan PPDB yang sudah tertunda pengumumannya sehari, harus diumumkan Kamis (10/7). Rabu malam itu pun dengkul Budy langsung lemas. Dia terlalu panik, mengetahui apa yang terpampang di depan matanya. “Kamis pagi saya rasanya lemas sekali,” tutur bapak dua anak ini kepada Radar Solo, sembari nyambi berkoordinasi dengan anggota tim IT (information technology) dispora.

Setelah Kamis siang, pukul 14.00, PPDB diumumkan kali keduanya, komplin dari orang tua siswa kembali diterima Budy. Kekacauan akibat pengumuman itu membuat ratusan orang tua siswa baru kembali bergantian datang ke kantor dispora.

Selaku ketua panitia, Budy saat itu tidak bisa berbuat banyak. Sebab, yang menangani pelaksanaan PPDB adalah tim teknis. Tim itu terdiri dari pegawai dispora dan dibantu tim IT dari SMK Negeri 2 Solo. “Saya tidak bisa menyelesaikan sendiri persoalan di IT, karena saya tidak paham soal itu,” jelas pria berkaca mata ini.

Malam di hari pertama kekacauan itu Budy justru menyempatkan diri pulang ke rumah. Dia hanya ingin pulang untuk beristirahat, dan menemui istrinya. Kepada sang istri, malam itu dia curhat habis-habisan tentang apa yang menimpanya. “Istri saya hanya minta saya sabar dan tidak kendur semangat. Pesannya yang tidak bisa saya lupakan malam itu, lakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan selalu berusaha keras,” jelas pria berkaca mata yang menjabat kasubdin sekolah menengah Dispora Solo ini.

Kini, dia harus menanggung risiko apapun yang harus ditanggungnya. Dia menganggap semua ini pelajaran berharga di hidupnya. Bahkan, di sebuah kesempatan terpisah, Budy siap menanggung risiko terburuk, dipecat dari pekerjaannya.

Budy tidak menampik, kekacauan ini membuat praduga di benak masyarakat, bahwa dia berbuat curang. Budy hanya bisa mengatakan, dia dan dispora siap diaudit. Dia juga siap menerima sanksi, jika terbukti melakukan praktik jual beli kursi kepada orang tua calon siswa baru.

“Jujur, situasi seperti ini jelas menimbulkan persepsi buruk di masyarakat. Tapi, saya siap diaudit. Jika didapati satu rupiah pun masuk (terkait jual beli kursi), saya siap dipecat,” tegas Budi, sebelumnya (10/7). (tej)

sumber : radar solo.

19 Responses

  1. wajar saja wong pertama kali, yang namanya hal baru lagi merintis membutuhkan serba extra, mulai dari tenaga pikiran dan waktu, gitu aja kok repot

  2. i agree one hundred percent pak, bahwa tidak ada sesuatu yg sempurna di dunia ini apalagi pertama kali.

    yg saya tidak setuju mencari kambing hitam atas ketidak sempurnaan itu dg menyalahakan telkom lah, hacker lah, mahasiswa d3 tkj lah.

    sebenarnya cukup akui, mungkin masyarakat akan menerima dan bersama-sama untuk kedepan yg lebih baik.

    @ppdbonline
    anda ini sapa to?

  3. kita hanya melaksanakan tugas dari dispora, bertugas sebagai pendamping tidak tau masalah kerusakan database
    tolong pernyataan yang menyalahkan mahasiswa tkj UNS sebagai biang kerok mohon diluruskan
    pendamping bukan hanya dari UNS tapi juga dari AUB juga!!!!

  4. biang kerok sebenarnya ya pak m.kasmadi itu, dialah yang menjadi tim pengembangan aplikasi yang amburadul itu.
    kata dosen saya yang tahu sepak terjang p.kasmadi sejak awal2 pengembangan internet di solo, p.kasmadi itu orangnya tdk bisa dipercaya😦

  5. itu omongannya saudara muh.kasmadi kok meremehkan banget. sampeyan itu sadar nggak to kas?

  6. Saudara Kasmadi, anda kok sembrono & menyepelekan persoalan ini? Dimana rasa tanggung jawab anda sebagai tim teknis ? Anda TIDAK PANTAS menjadi seorang pendidik !

  7. kok bpk2 sama marah sama saya, menjelek-jelekan saya, saya kan bilang, yang namanya hal baru kan membutuhkan waktu, pikiran dan tenaga serba extra, seperti kalo kita mo dirikan CV, PT, termasuk pelaksanaan psb online pertama kali yang dilaksanakan dinas sekarang ini;
    sedang permasalahan2 yang muncul;mulai dari;
    1. entry data, sekolah yang koneksinya lambat, sudah disiapkan khusus ruang ict center sebanyak 40 unit komputer yang langsung berhubungan dengan server, sehingga semua data sudah masuk semua di server psb online;
    2. untuk browsing lambat, memang ketersediaan bandwith yang disedikan sesuai dengan angaran yang ada;
    3. untuk program, sudah diakui ada kelemahan dan sudah diselesaikan;
    4. tempat pengumuman langsung di sekolah2 yang melaksanakan psb online, tdk di web
    dari permasalahan2 yang muncul pasti dinas akan melaksanakan evaluasi, untuk tidak terulang kesalahan yang sama, demikian terima kasih

  8. kasmadi biang kerok terlantarnya anak d3 tkj

  9. PPDB Solo silahkan studi banding di kota Magelang di Kota Magelang PPDB lancar-lancar aja tuh
    pelaksanaan juga baik
    Masalah pertama atau bukan itu bukan urusan wali murid atau sekolah yang jelas kalau Anda Bpk Kasmadi berani ambil proyek ini ya… berani resiko donk jangan menyalahkan sistem.
    Sebenarnya Anda yang harus tanggung jawab ini bukan urusan sepele menyangkut banyak orang. Kalau cuma menyalahkan orang lain setiap orang bisa.
    Coba Anda lihat di Kota Magelang di sini yang ngurusi juga anak-anak muda yang notabene juga baru minim jam terbang ngurusi PPDB tapi toh lancar-lancar aja. Yang penting adalah mengemban tugas dengan baik dan berani ambil resikonya jangan hanya berani ambi proyek sama untungnya aja. (Maaf kalau terlalu kasar)

  10. utk Kota magelang, Maksudnya apa Bung anda bilang “hanya berani ambil proyek sama untungnya saja…”. Anda dari sesama Dikpora pasti lebih tahu itu yah……..

  11. terima kasih sarannya, insa alloh kami akan studi banding ke tempat psb yang sukses, terima kasih

  12. “wajar saja wong pertama kali, yang namanya hal baru lagi merintis membutuhkan serba extra, mulai dari tenaga pikiran dan waktu, gitu aja kok repot”..
    wah..wah..wah…sebuah komentar seorang yg merasa dirinya paling hebat…
    tapi kebanyakan orang..walaupun pertama kali pasti berusaha yg paling baik..kalo emang sistem yg dibuat belum menjamin hasilnya baik..mbok jangan dipaksakan Kas..Kas…anak masih kuliah disuruh buat sistem yg membawa nasib ribuan orang..suruh buat SIM PERPUS aja algoritma masih kacau…berkacalah pada diri Anda sendiri Kas..kemmapuan anak2 Anda sejauh mana…jangan asal ngomong aja…
    “terima kasih sarannya, insa alloh kami akan studi banding ke tempat psb yang sukses, terima kasih”…
    kapan Anda mau ke sana…kembalikan aja ke PUSKOM UNS…beres dah semua….buktinya tahun2 kemaren to…SESUATU PEKERJAAN YANG DIBERIKAN PADA ORANG YANG BUKAN AHLINYA TIDAK AKAN PERNAH BERHASIL….hanya karena 169 juta aja ya..ngorbanin semua…kekekkkekek…meding offline aja…
    Kasihan Kepala SMA N6 Ska terancam sanksi gara2 program Anda yg amburadul…11 siswa dinyatakan tidak keluar padahal sudah ikut MOS… gara2 nilai di bawah passing grade…setelah di cek ulang pihak sekolah…weleh…weleh…

  13. Yang BERPRESTASI berhak mendapatkan PENGHARGAAN
    Yang SALAH berhak mendapatkan HUKUMAN….
    Saya kira ini hukum yang paling ADIL…

  14. saya bukan dari dispora anda juga bukan bagian dari dispora, anda hanya guru yang mencoba cari peruntungan di bidang lain gitu aja setahu saya

  15. saya juga gak tahu untung atau tidak anda itu bukan urusan saya, yang jelas kalau pekerjaan semacam PPDB anda berani ambil berarti di situ ada uangnya menurut saya gitu aja simple kok

  16. Saya sepakat dengan Komentar Saudara didik Sulistyo, dan kerugian-kerugian seperti yang diderita oleh Kepala SMA 6 itu harus ada yang mengganti. Nah untuk 11 Siswa yang dibawah passing grade itu skr gmn pak? padahal seharusnya tdk masuk. Kasihan yang mendaftar di SMA 6 tetapi tdk diterima…..

    Hal-hal seperti ini masih undercover (please deh pencerahannya), dan menurut koran kemaren pagi (SOLOPOS) dikpora masih merasa benar. Nah Gmn itu? itu kan bertolak belakang dengan keadaan di SMA 6.

  17. tenang saudara-saudara, sebentar lagi pak walikota akan turun tangan, beliau sudah mendapatkan data detail tentang kekacauan ppdb tahun ini.
    kalo BUDI SARTONO nanti harus dicopot dari jabatannya, ya sudah sewajarnya, itu punishment yang selayaknya.
    tapi kan sebenarnya BUDI SARTONO itu percaya diri karena dapat jaminan dari MUH. KASMADI bhw semua akan beres, jadi sdh seharusnya MUH. KASMADI juga di-penalti.

    yang kasihan itu pak AMSORI kepala dinas dikpora, dia dikibulin anak2 buahnya, setelah dulu dikibulin atasannya saat proyek buku. smoga pak AMSORI tabah, sabar….

  18. inti dari permasalahan ppdb online kali ini adalah sdm yang dipakai tidak ada yang mumpuni dalam hal ini pembuat sistem, saya lihat kurikulum TKJ kemarin, bisa saya lihat bahwa yang memberdayakan anak tkj untuk membuat sistem itu adlah orang yang tidak tau IT sama sekali, dan saya jamin membuat tabel normalisasi aja tidak bisa, tolonglah jangan bilang besok kita akan studi banding ke malang, yang jadi pertanyaan saya, apakah anda tahun depan masih akan di percayakan untuk mengurusi PPDB online???? saya jawab tidak, mungkin denga kejadian ini jabatan anda akan berada di ujung anduk.
    kasihan adik-adik tkj besok klo lulus kuliah nasibnya gimana, klo belum lulus saja sudah ada berita yang tidak bener(dalam hal ini fitnah).
    kasihan orang tua2 murid kemarin yang menjadi korban sistem yang gagal.
    kasihan sekolah2 yang mendapat tambahan siswa yang tidak seharusnya. perlu bapak ketahui mendidik anak itu susah. dan perlu diingat klo sekolah dapat tambahan siswa 1 atau 40 tidak masalah bisa buka kelas baru(itupun klo punya ruang kosong untuk membuka kelas baru)imbas dari ini, kerja gurupun tambah, klo tambahan siswanya 10-20 pusing ndak pak, pihak sekolah harus gimana, anda bisa menjawab tidak

  19. Anda itu orang IT tidak to pak kok bisa bilang seperti ini:

    sedang permasalahan2 yang muncul;mulai dari;
    1. entry data, sekolah yang koneksinya lambat, sudah disiapkan khusus ruang ict center sebanyak 40 unit komputer yang langsung berhubungan dengan server, sehingga semua data sudah masuk semua di server psb online;
    2. untuk browsing lambat, memang ketersediaan bandwith yang disedikan sesuai dengan angaran yang ada;
    3. untuk program, sudah diakui ada kelemahan dan sudah diselesaikan;
    4. tempat pengumuman langsung di sekolah2 yang melaksanakan psb online, tdk di web

    Saya harap anda belajar baca buku, proses pembuatan sistem itu melalui tahapan apa saja: tidak buat langsung diaplikasikan. tahapan nya tak kasih sedikit bocoran
    1. perencanaan sistem (mengenali lebih jauh sistem yang akan dibuat)
    2. analisa sistem
    3.perancangan sistem
    4. implementasi sistem(dalam tahap ini ada sub tahap yaitu merencanakan implementasi, pembuatan program, pengetesan program dan evaluasi sistem

    apakah anda sudah melakukan itu?saya jawab tidak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: