PSB Online-Paperless Terlalu Dipaksakan

Dikutip dari Jawapos.com
SURABAYA –
Tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tidak mau sepenuhnya disalahkan atas karut-marutnya penerimaan siswa baru (PSB) online-paperless (tanpa kertas) tahun ini. Mereka bilang, problem terbesar PSB adalah tidak adanya data definitif yang seharusnya diberikan Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim.

Dekan Fakultas Teknik Informatika ITS Prof Riyananto mengatakan, sejak hari pertama sudah disebutkan bahwa kesalahan tidak terjadi pada tim dari kampus tersebut.

Menurut dia, data definitif seharusnya sudah diberikan pada 20 Juni atau H-2 pelaksanaan PSB online. Tapi, data itu, berupa soft copy, baru diberikan pada 22 Juni siang, setelah PSB dibuka pukul 08.00 hari itu. ”Bahkan, kami juga membantu melakukan entry data yang seharusnya bukan tugas kami,” katanya.

Pada hari kedua, lanjut Riyananto, sistem menjadi lambat karena tim IT memerlukan waktu untuk men-setting ulang sistem. Setting itu dibutuhkan karena ada data yang baru masuk tersebut. Hasilnya, enam di antara delapan server rusak. Padahal, ketika itu banyak masyarakat yang mengakses situs tersebut untuk mendaftar. ”Akhirnya terjebak,” ujarnya.

Soal pendapat bahwa PSB seharusnya dihentikan sementara saat tidak ada data, Riyanto menjawab, ”Kami sudah berkoordinasi terkait hal itu. Sebab, bagaimana sistem bekerja kalau tidak ada data definitif?” ujarnya.

Tetapi, Dispendik tetap ingin membuka layanan situs tersebut dengan perbaikan-perbaikan. ”Akhirnya, sistem dipaksakan. Kami kepothokan,” ungkapnya.

Sekretaris II Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS Bidang Pengabdian Masyarakat dan Kerja Sama Imam Prayogo mengatakan, pihaknya memang bekerja sama dengan Dispendik Surabaya. Kerja sama itu berbentuk penyediaan tenaga kerja intelektual. ”Jadi, staf ahli dikontrak mengawal sistem PSB online itu dari awal sampai akhir,” katanya.

Dia menjelaskan, ada tiga komponen yang harus dipenuhi untuk berjalannya sistem itu. Yaitu data, infrastruktur, dan aplikasi. Nah, ITS menangani aplikasinya. ”Kami tidak ada tugas untuk menghimpun data,” ujarnya.

Soal dana, Imam menjelaskan bahwa tim ITS dibayar sesuai dengan tugas yang telah dikerjakan. ”Bayarnya dengan honorarium,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dispendik Surabaya Sahudi menyatakan bahwa dirinya tidak tahu-menahu mengenai hal-hal yang terkait dengan PSB. Dia hanya menyediakan dana. Hal-hal yang terkait dengan PSB, termasuk dengan perjanjiannya, diurus Ketua PSB Ruddy Winarko.

Menanggapi itu, Ruddy menjelaskan bahwa pada Sabtu (20/6) Dispendik Surabaya meminta data definitif peserta unas SMP kepada Dispendik Jatim. Namun, tidak diberi. Dispendik pun tidak bisa berbuat apa-apa. Jika PSB online tidak dioperasikan sambil menunggu data definitif, jadwal bisa mundur tidak keruan. Padahal, untuk pengaturan jadwal itu, seluruhnya harus disesuaikan. Tidak hanya dari dinas, tapi juga universitas penyelenggara tes RSBI.

Karena itu, daripada menunggu data definitif yang belum tentu diberi, dispendik mencari jalan tengah. Yaitu, meng-input sendiri data tersebut. Dia meminta kepada seluruh sekolah untuk memasukkan data unas siswanya dalam bentuk Excel dan mengirimkannya ke ITS pada Minggu. Data itu kemudian di-input ke program. Menurut perkiraan, proses itu selesai Senin pagi sebelum program PSB online berjalan. Keterlambatan karena banyaknya data yang salah penulisan ternyata membuat proses input semakin lama. Nah, ketika proses input data itu sudah di tengah jalan, Dispendik Jatim baru mau memberikan data definitif. Yaitu, pada Senin siang (22/6) sehingga program harus diubah lagi.

”Tapi, untuk masalah kontrak perjanjian kerja sama dengan ITS, saya belum mendapatkan kewenangan dari kepala dispendik untuk menjawab itu,” ujarnya kemarin malam.

Lihat Website, Antrean Berkurang

Sementara itu, hari kedua pendaftaran siswa baru (PSB) rekomendasi kemarin (25/6) tetap ramai. Tak jauh beda dengan hari sebelumnya, sejak pagi pendaftar memenuhi lapangan. Namun, keadaan kemarin relatif lebih terkendali daripada Rabu (24/6). Menjelang pukul 13.00, antrean pendaftar rekomendasi itu sudah berkurang.

Diperkirakan, pendaftar tersebut berkurang karena calon orang tua siswa sudah melihat statistik pendaftar rekomendasi di website PSB online. Dengan begitu, mereka yang sudah memperkirakan bahwa nilai anaknya tidak tembus urung mendaftar.

Misalnya, berdasar rekap hari ini, pagu rekomendasi SMP sebesar 602 orang telah terpenuhi. Di antara keseluruhan pendaftar yang masuk daftar pagu, nilai minimumnya 25,50 dan maksimum 30,00. Dengan kata lain, jika masih ada pendaftar dari luar kota yang memaksakan anaknya untuk masuk SMP negeri di Surabaya, maka agar bisa bersaing, nilainya harus di atas 25,50.

Pagu jenjang SMA dan SMK juga telah terpenuhi. Untuk pendaftar SMA, pagunya 294 dengan nilai minimum 37,15 dan maksimum 39,55. Untuk SMK, pagunya adalah 1.053 dengan nilai minimum 34,75 dan maksimum 38,75. Hingga kemarin, total pendaftar untuk rekomendasi itu mencapai 7 ribu lebih. Namun, di antara jumlah tersebut, hanya diambil 1.949 atau dibagi sesuai dengan pagu di SMP, SMA, dan SMK.

Batasan jumlah pagu tersebut, tampaknya, tidak menyurutkan minat para orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke Surabaya. Suhariono, misalnya. Warga asal Gresik itu rela bersusah-susah antre agar anaknya yang baru lulus SMP bisa bersekolah di Surabaya. Dia ingin anaknya bersekolah di SMAN 6.

”Katanya sekolah itu cukup bagus. Nilai anak saya 38,25. Semoga saja nanti tidak tergeser sampai hari terakhir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Sahudi menyatakan tidak bisa memberikan kuota lebih besar seperti yang diharapkan pendaftar rekomendasi. Sebab, jika pagu untuk siswa luar kota dibebaskan atau lebih besar, kasihan siswa Surabaya. ”Lha kalau seperti itu, lalu siswa Surabaya disuruh bersekolah di mana? Subsidi pendidikan di Surabaya kan seharusnya dinikmati warga Surabaya,” tegasnya.

Pendaftar untuk RSBI hari kedua terus bertambah. Sampai kemarin, pendaftar untuk jenjang SMP mencapai 1.958 orang. Nilai terendah untuk pendaftar jenjang SMP adalah 24,75 dan nilai tertinggi 29.4. Untuk jenjang SMA, pendaftarnya 2.022 orang dengan nilai minimum 34,00 dan nilai maksimum 39,55.

Nilai ujian nasional (unas) dan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) siswa itu sangat berpengaruh. Sebab, nilai tersebut dihargai 60 persen dari persentase keseluruhan untuk masuk RSBI. Sisanya ditentukan lewat tes.

Baik pendaftaran rekomendasi maupun pendaftaran RSBI berakhir hari ini. Untuk itu, siswa yang berminat masuk ke RSBI atau reguler harus segera mendaftar. Khusus untuk rekomendasi, proses verifikasi hanya dilakukan pada jam kantor. Artinya, mereka hanya punya waktu setengah hari untuk mendaftar lewat online dan melakukan verifikasi.

Berharap Tahun Depan Bisa Kembali Online

Terpisah, Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono menilai bahwa PSB online masih cukup baik. Karena itu, dia berharap agar sistem tersebut bisa diaplikasikan tahun depan.

”Sistem ini muncul dari cita-cita yang baik, yakni menyediakan layanan PSB yang lebih cepat, adil, efisien dari sisi tenaga dan waktu. Tetapi, karena kendala teknis dan kesiapan SDM, hal itu tak berjalan dengan baik,” kata Bambang di sela kegiatan Gebyar Ayo ke Kantor Pos dan Sinergi BUMN mengisi Modernisasi Menuju The Real Network Company di Kantor Pos Surabaya Utara kemarin (25/6).

Karena itu, Bambang meminta agar Dinas Pendidikan Surabaya tidak putus asa memperbaiki layanan tersebut sehingga bisa menjadi lebih baik pada pelaksanaan tahun depan. Dia kembali menegaskan keyakinannya bahwa sistem PSB online bisa membuat proses pendaftaran lebih objektif.

”Hal itu mendorong putra-putri terbaik di sini bisa memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan keinginan dan kemampuannya,” jelasnya. Bambang mengatakan, karena kegagalan PSB online, secara khusus dirinya telah memanggil Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Sahudi. ”Tetapi, sampai saat ini saya masih tak paham masalah teknis, nilai kontrak, maupun sistem penentuan operator sistemnya. Dia juga berharap Dispendik bisa segera mengevaluasi kegagalan tersebut.

Pertemuan Bambang dengan Sahudi itu menghasilkan keputusan untuk memperpanjang masa PSB. ”Saya telah terima keluhan dari masyarakat. Karena masyarakat tak bersalah, saya meminta dinas pendidikan mengambil langkah cepat memperpanjang proses PSB agar tidak ada yang kecewa,” imbuhnya. (alb/sha/luq/dos)

One Response

  1. Sebenarnya sistem PSB Online Surabaya tahun ini punya fitur yg sangat bagus, bahkan mungkin bisa disebut terobosan baru. Namun, sayang sekali pihak penyedia sistemnya kurang bener2 mempersiapkan diri menghadapi konsekuensi dari terobosan yg dilakukannya. Mudah2-an PSB Online Surabaya akan bisa lebih baik di tahun2 mendatang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: